Halo
Readers!
Pada kesempatan kali ini IndoTechBro akan memberikan sebuah tutorial
Arduino UNO dengan menggunakan Sensor Getar. Apa itu sensor Getar dan apa
kegunaannya?
Sensor
getar pada Arduino berfungsi untuk mendeteksi getaran atau gerakan mekanis.
Sensor ini sering digunakan dalam berbagai proyek elektronik dan robotika untuk
mengaktifkan tindakan atau merespons suatu peristiwa yang berkaitan dengan
getaran atau gerakan.
Beberapa fungsi sensor getar
pada Arduino antara lain:
1. Deteksi
Gempa
2. Deteksi
Gerakan
3. Pemantauan
Mesin
4. Deteksi
Guncangan
5. Pengukuran
Getaran
SKEMA SIMULASI
SENSOR GETAR SW-420
1. Colokan
kabel jumper ke Sensor SW-420 dengan rincian sbb :
a.
Masukan Pin VCC ke
5V
b.
Masukan pin GND ke GND
c.
Masukan DO ke pin
Digital (0 s/d 3) pada kali ini kita akan mencoba di pin 3
2.
Buka Aplikasi ARDUINO
a.
Pada baris di atas void setup () kita akan
inisialisasi pin yang digunakan untuk Sensor Getar dengan nama variabel
pinGetar, dalam hal ini pin
Digital 3.
int pinGetar = 3;
b.
Kemudian pada void setup () kita set pinGetar tadi
menjadi sebuah input yang kemudian akan dibaca oleh Arduino.
void setup() {
// put your setup
code here, to run once:
Serial.begin(9600);
pinMode(pinGetar, INPUT);
}
c.
Inisialisasi Sensor Getar Arduino selesai.
Langkah berikutnya kita akan mulai membaca nilai yang dihasilkan oleh Sensor
Getar Arduino.
Membuat variabel nilaigetar
di dalam void loop dengan tipe data Long untuk
menampung nilai dari Sensor Getar Arduino.
long nilaigetar = pulseIn(pinGetar, HIGH);
d.
Kemudian tambahkan Serial print agar kita
dapat me-monitor nilai getaran yang dihasilkan.
void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
long nilaigetar = pulseIn(pinGetar, HIGH);
Serial.print("Nilai getar : ");
Serial.println(nilaigetar);
delay(100);
}
Fungsi pulseIn = untuk
mendapatkan nilai getar.
Fungsi Serial.print(nilaigetar) untuk
menampilkan nilai getar dari Sensor Getar Arduino.
Fungsi delay(100) =
memberikan delay 100ms atau 0,1 detik
e.
Run program, lalu buka Serial Monitor. Kita bisa melihat nilai dari Sensor Getar Arduino
dengan menyentuh atau menggerakan sensor tersebut.
BUZZER
1. Installasi
Buzzer dengan memasukan + (POSITIVE) ke pin Digital 4 dan –
(NEGATIVE) ke GND.
2. Buka
Aplikasi ARDUINO
a.
Pada baris di atas void setup () kita akan
inisialisasi pin yang digunakan untuk Buzzer, dalam hal ini pin Digital 4 dengan
nama variabel pinBuzz bertype data Int.
int pinBuzz = 4;
b.
Kemudian pada void setup () kita set pinBuzz tadi
menjadi sebuah OUTPUT yang kemudian
akan dibaca oleh Arduino.
void setup() {
// put your setup code here, to run once:
Serial.begin(9600);
pinMode(pinGetar, INPUT);
pinMode(pinBuzz, OUTPUT);
}
PENGKONDISIAN IF ELSE
1. Di
dalam void loop masukan script sbb :
if (nilaigetar == 00) {
Serial.println(" tidak ada
getaran");
digitalWrite(pinBuzz, LOW);
} else if (nilaigetar > 2500) {
Serial.println(" alat
bergetar");
digitalWrite(pinBuzz, HIGH);
}
Penjelasan
script :
-
Arduino akan membaca nilai getar yang
dihasilkan oleh sensor.
-
Jika nilai getar yang dihasilkan sama dengan
0 maka akan dinyatakan tidak ada getaran dan Buzzer akan diberi tegangan LOW.
-
Jika nilai getar yang dihasilkan > 2500
maka akan dinyatakan alat bergetar dan Buzzer
akan diberi tegangan HIGH.
2. Untuk
mengatur sensitifitas sensor terhadap nyala Buzzer, kita dapat mengubah nilai
2500 sesuai dengan keinginan kita.
FULL SCRIPT
int pinGetar = 3;
int pinBuzz = 4;
void setup() {
// put your setup
code here, to run once:
Serial.begin(9600);
pinMode(pinGetar, INPUT);
pinMode(pinBuzz, OUTPUT);
}
void loop() {
// put your main
code here, to run repeatedly:
long nilaigetar = pulseIn(pinGetar, HIGH);
Serial.print("Nilai getar :
");
Serial.print(nilaigetar);
if (nilaigetar == 00) {
Serial.println(" tidak ada
getaran");
digitalWrite(pinBuzz, LOW);
} else if (nilaigetar > 2500) {
Serial.println(" alat
bergetar");
digitalWrite(pinBuzz, HIGH);
}
delay(100);
}
Demikian
postingan kali ini, semoga bermanfaat J






0 Komentar